Koperasi tumbuh dari nagari, manfaat kembali ke warga.
Ringkasan perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Sumatera Barat, disusun dari publikasi pemerintah dan media kredibel dengan fokus pada legalitas, gerai, pendampingan, dan unit usaha lokal.

legalisasi
Dari badan hukum menuju pusat usaha nagari
Angka administratif, kesiapan fisik, dan aktivitas usaha dibaca sebagai tahapan yang berbeda agar informasi tidak menyesatkan.
Snapshot Sumatera Barat
Per 3 April 2026, 1.265 Kopdes Merah Putih di Sumbar telah berbadan hukum dan 954 di antaranya sudah memiliki NIB. Pada 8 Juni 2026, Pemprov menyebut 888 lokasi gerai telah diverifikasi.
Legal ≠ selesai dibangun ≠ sudah beroperasi
Status badan hukum, NIB, konstruksi gerai, dan operasional merupakan indikator berbeda. Setiap angka di portal ini disertai tanggal dan rujukan agar konteksnya tetap jelas.
Periksa rujukanEnam ruang untuk membaca ekosistem KOPDES Sumbar
Struktur dibuat khusus untuk konteks nagari, penguatan usaha lokal, dan pendampingan koperasi di Sumatera Barat.
Ranah Koperasi
Gambaran kelembagaan, prinsip koperasi, dan konteks Sumatera Barat.
02Peta Nagari
Membaca progres gerai dan contoh perkembangan antardaerah.
03Usaha Nagari
Pertanian, perikanan, peternakan, sembako, dan jasa berbasis potensi lokal.
04Pendampingan
Tata kelola, RAT, NIB, SDM, dan peran pendamping.
05Kabar Ranah
Tiga artikel berbasis perkembangan nyata daerah.
06Data & Rujukan
Daftar sumber resmi dan media yang digunakan portal.
Kelembagaan yang sehat perlu lebih dari sekadar dokumen.
Gubernur Sumbar menekankan agar koperasi yang sudah terbentuk terus didampingi sehingga tumbuh profesional, produktif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Perkembangan dari lapangan

888 lokasi gerai KOPDES Sumbar telah diverifikasi
Snapshot provinsi mencatat 211 gerai masih dibangun dan 63 selesai.

24 unit KDKMP Pasaman Barat capai rata-rata 60%
36 lokasi lain disebut sudah memiliki lahan.

Sawahlunto percepat KDMP di empat desa
Pembangunan diarahkan untuk memperkuat koperasi, UMKM, dan usaha produktif desa.
